Tampilkan postingan dengan label FIFA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FIFA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Mei 2018

Alasan Mengapa Alvaro Morata Tidak Dipanggil Timnas

Alvaro Morata Tidak Dipanggil Timnas Untuk Ke Piala Dunia 



Pelatih timnas Spanyol mengaku memiliki alasan tersendiri mengapa dirinya tidak menyertakan Alvaro Morata dalam skuatnya di Piala Dunia 2018.

Tim Nasional Spanyol telah mengumumkan skuatnya untuk Piala Dunia 2018 nanti. Yang mengejutkan dalam 23 nama yang mereka panggil, nama striker Chelsea, Alvaro Morata tidak diikut sertakan. Sang pelatih Julen Lopetegui pun menjelaskan mengapa ia tidak menyertakan mantan pemain Juventus tersebut.

Lopetegui tentu saja memiliki alasan mengapa dia tidak memasukkan nama bomber Chelsea tersebut. Menurut Lopetegui, penampilan Morata yang tidak cukup impresif di akhir musim jadi pertimbangannya menentukan pilihan.

“Terkait dengan Morata, memang benar dia tidak menjalani akhir musim yang bagus pada musim ini,” ucap Lopetegui dikutip dari Marca.

“Saya sudah bicara dengan mereka yang tidak bergabung. Tapi, saya tidak ingin membicarakannya secara khusus. Saya lebih senang mendiskusikan mereka yang ada di skuat. Kami rasa ada pemain depan lain yang bisa berkontribusi,” sambungnya.

Morata mencetak 11 gol untuk Chelsea di Premier League pada musim 2017/18. Tapi, hanya satu gol saja yang dia cetak sejak pergantian kalender. Ini jadi acuan jika penampilan eks pemain Real Madrid menurun di akhir musim.


Jumat, 18 Mei 2018

Daftar Gaji 32 Pelatih Timnas di Piala Dunia 2018

Gaji 32 Pelatih Timnas



Selama ini perhatian pencinta sepak bola lebih tertuju pada besaran gaji atau nilai kontrak yang diterima pemain di klub masing-masing, sementara sang pelatih atau manajer timnas semisal yang melatih di Piala Dunia 2018, kerap terpinggirkan.

Tak banyak yang memikirkan, berapa banyak gaji yang diterima pelatih timnas suatu negara tertentu. Publik bisa jadi hanya mengetahui gaji pelatih yang membesut timnas negara "besar" dan terkenal saja. 

Padahal, jika mengetahui yang selengkapnya, bisa jadi akan kaget karena ada pelatih timnas yang menerima gaji sangat kecil atau sebaliknya, dikontrak dengan gaji fantastis.

Berkaitan dengan itu, menyambut Piala Dunia 2018 yang kurang dari 30 hari lagi, Bola.com menghadirkan daftar gaji yang diterima deretan pelatih timnas peserta Piala Dunia 2018. 

Sebagai catatan, gaji yang diterima nakhoda tim di Piala Dunia 2018 ini dihitung per tahun.

Berikut daftarnya:

1. Argentina - Jorge Sampaoli  1,8 juta euro (Rp29, 8 miliar)

2. Australia - Bert van Marwijk 1,3 juta euro (Rp21,5 miliar)

3. Brasil - Tite 3,6 jura euro (Rp59,6 miliar)

4. Inggris - Gareth Southgate 2 juta euro (Rp33,1 miliar)

5. Kroasia - Zlatko Dalic 575 ribu euro (Rp9,5 miliar)

6. Meksiko - Juan Carlos Osorio 1 juta euro (Rp16,5 miliar)

7. Prancis - Didier Deschamp 3,5 juta euro (Rp58 miliar)

8. Nigeria - Gernot Rohr 500 ribu euro (Rp8,2 miliar)

9. Polandia -Adam Nawalka 270 ribu euro (Rp4,4 miliar)

10. Portugal - Fernando Santos 2,3 juta euro (Rp38,1 miliar)

11. Korea Selatan - Shin Tae-yong 425 ribu euro (Rp7 miliar)

12. Arab Saudi - Juan Antonip Pizzi 1,5 juta euro (Rp24,8 miliar)

13. Belgia - Roberto Martinez 1 juta euro (Rp16,5 miliar)

14. Kolombia - Jose Pekerman 1,5 juta euro (Rp24,8 miliar)

15. Mesir - Hector Cuper 1,550 juta euro (Rp25,7 miliar)

16. Islandia - Heimir Hallgrimsson 700 ribu euro (Rp11,6 miliar)

17. Jerman - Joachim Low 4 juta euro (Rp66,3 miliar)

18. Iran - Carlos Queiroz 2 juta euro (Rp33,1 miliar)

19. Jepang - Akira Nishino 800 ribu euro (Rp13,2 miliar)

20. Maroko - Herve Renard 780 ribu euro (Rp12,9 miliar)

21. Spanyol - Julen Lopetegui 3 juta euro (Rp49,7 miliar)

22. Rusia - Stanislav Cherchesov 2,6 juta euro (Rp43,1 miliar)

23. Senegal - Aliou Cisse - 200 ribu euro (Rp3,3 miliar)

24. Uruguay - Oscar Tabarez 1,740 juta euro (Rp28,8 milar)

25. Serbia - Mladen Krstajic 300 ribu euro (Rp4,9 miliar)

26. Swiss - Vladimir Petkovic 850 ribu euro (Rp14,1 miliar)

27. Tunisia - Nabil Maaloul 350 ribu euro (Rp5,8 miliar)

28. Denmark - Age Hareide 1 juta euro (Rp16,5 miliar)

29. Peru - Ricardo G 1,2 juta euro (Rp19,8 miliar)

30. Swedia - Janne Andersson 450 ribu euro (Rp7,4 miliar)

31. Kosta Rika - Oscar Ramirez 350 euro (Rp5,8 miliar)

32. Panama - Hernan Dario Gomez 400 ribu (Rp6,6 miliar)

Dari daftar di atas bisa dibuat urutan, pelatih Jerman, Joachim Low, mendapat gaji tertinggi di antara pelatih peserta Piala Dunia 2018 dengan 4 juta euro per tahun disusul Tite (Brasil) dan Didier Deschamps (Prancis) masing-masing dengan 3,6 juta euro serta 3,5 juta euro.

Julien Lopetegui (Timnas Spanyol) ada di peringkat keempat dalam urutan pelatih dengan gaji termahal di Piala Dunia 2018, dengan per tahun menerima 3 juta euro. Sementara Stanislav Cherchesov ada di urutan kelima dengan gaji 2,6 juta euro per tahun.

Untuk predikat pelatih dengan golongan gaji terkecil dipegang pelatih Senegal, Aliou Cisse. Pelatih yang juga paling muda di antara arsitek tim di Piala Dunia 2018 itu hanya menerima 200 ribu euro per tahun. 


Kemudian, Adam Nawalka (Polandia) dan Mladen Krstajic (Serbia) menerima masing-masing 270 ribu euro serta 300 ribu euro. Sedangkan pelatih Kosta Rika, Oscar Ramirez, serta pelatih Tunisia, Nabil Maaloul, masuk daftar pelatih dengan gaji rendah karena hanya menerima masing-masing 350 ribu euro dalam satu tahun. 



Kejutan dalam Pemilihan Pemain Timnas Inggris di Piala Dunia 2018

Pemilihan Pemain Timnas Inggris di Piala Dunia 2018



Federasi Sepak Bola Inggris (FA) mengonfirmasi 23 pemain tim nasional Inggris yang akan tampil di Piala Dunia 2018. Dua pemain berpengalaman, Joe Hart dan Jack Wilshere, tidak dipanggil pelatih Gareth Southgate.

Satu kejutan terjadi saat terdapat nama Trent Alexander-Arnold. Pemain berusia 19 tahun itu belum pernah sekalipun merasakan tampil bersama timnas Inggris senior di level internasional.

Namun, Alexander-Arnold dinilai tampil memukau bersama Liverpool pada musim ini. Dia akan menjadi pesaing Kyle Walker dan Kieran Trippier dalam memperebutkan posisi bek kanan The Three Lions.

Di lini tengah juga terjadi kejutan. Gelandang pinjaman Chelsea yang bermain di Crystal Palace, Ruben Loftus-Cheek, turut ambil bagian.

Sementara itu, lini depan Inggris tidak mengalami banyak perubahan. Southgate masih memercayai Harry Kane, Marcus Rashford, Jamie Vardy, dan Danny Welbeck sebagai pendulang gol.

Skuad Inggris
Berikut ini adalah 23 pemain timnas Inggris di Piala Dunia 2018:

Kiper: Jack Butland, Jordan Pickford, Nick Pope

Bek: Kyle Walker, Kieran Trippier, Trent Alexander-Arnold, John Stones, Gary Cahill, Phil Jones, Harry Maguire, Danny Rose

Gelandang: Eric Dier, Fabian Delph, Jordan Henderson, Ruben Loftus-Cheek, Jesse Lingard, Dele Alli, Raheem Sterling

Striker: Harry Kane, Marcus Rashford, Jamie Vardy, Danny Welbeck

Sumber: The FA

Selasa, 15 Mei 2018

Stadion Piala Dunia 2018 Cosmos Arena

Stadion Piala Dunia 2018


Agen Bola - Cosmos Arena adalah salah satu arena yang akan menjadi ajang pertarungan bagi sebagian tim yang akan berkompetisi di Piala Dunia 2018. Stadion yang terletak di Samara tersebut adalah stadion baru sehingga sebagian orang mungkin masih belum familiar dengan nama stadion tersebut.

Rencana pembangunan Cosmos Arena sebenarnya sudah mulai didengungkan pada tahun 2010. Namun proses pengerjaan stadion tersebut sempat mangkrak karena masalah internal. Kemudian pengerjaan akan kembali dilanjutkan pada tahun 2012 setelah Rusia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018.

Proses pembangunan benar-benar berjalan mulai tahun 2014. Ketika Piala Dunia 2018 dimulai, arena tersebut dipastikan sudah siap menggelar pesta sepakbola terbesar di dunia.

Ada sebuah fakta menarik bahwa Rusia sebenarnya tidak memiliki banyak stadion yang layak untuk menggelar Piala Dunia ketika mengajukan diri sebagai tuan rumah. Nah, baru ketika terpilih, Rusia kemudian melakukan sejumlah renovasi hingga membangun stadion baru seperti yang terjadi pada Cosmos Arena.

Cosmos Arena sendiri memiliki kapasitas 45 ribu penonton. Yang menarik dari stadion ini adalah desainnya yang menerapkan konsep mirip pesawat luar angkasa. Konon pemilihan nama 'Cosmos' adalah sebuah penghormatan pada tradisi penduduk setempat karena dulu Samara adalah bekas tempat pengembangan proyek luar angkasa Uni Soviet.

Perlu diketahui bahwa Cosmos Arena juga dikenal dengan Samara Arena. Pemilihan nama yang dikaitkan dengan nama kota tersebut agar orang-orang yang ingin melihat pertandingan di stadion tersebut cukup familiar, karena Cosmos Arena adalah stadion yang masih benar-benar baru.

Pembangunan stadion ini diperkirakan menghabiskan dana sekitar 4,3 triliun rupiah. Nilai yang tinggi tersebut wajar karena konstruksi bangunan Cosmos Arena ini tampak begitu megah. Atap stadion memiliki ketinggian 65,5 meter. Pada malam hari, stadion tersebut bahkan akan lebih tampak indah dengan lampu-lampu yang memancar dari berbagai sudut.

Cosmos Arena ini nantinya akan digunakan untuk menggelar empat pertandingan di babak grup salah satu partai yang mempertemukan antara Uruguay dan Rusia, satu pertandingan di babak 16 besar dan satu laga di babak perempat final.

Setelah Piala Dunia selesai, stadion ini akan menjadi markas klub daerah setempat yang bermain di Russian Premier League, yaitu FC Krylia Sovetov. Untuk sementara ini, FC Krylia masih bermarkas di Metallurg Stadium yang memiliki 33 ribu penonton.

Kepindahan markas tersebut tampaknya akan terasa aneh, karena faktanya rata-rata penonton yang hadir kala klub tersebut bertanding hanya 7 ribu penonton pada musim 2016/17. Musim depan, mereka akan menempati tempat baru yang lebih luas, dengan kapasitas 45 ribu penonton.

Informasi Cosmos Arena:

1. Kota: Samara

2. Tahun Dibangun: 2014

3. Kapasitas: 45.000 ribu tempat duduk

4. Markas Klub: FC Krylya Sovetov

5. Jadwal pertandingan:

a. Kosta Rica Vs Serbia (Grup E / 17 Juni 2018)

b. Denmark Vs Australia (Grup C / 21 Juni 2018)

c. Uruguay Vs Rusia (Grup A / 25 Juni 2018)

d. Senegal Vs Kolombia (Grup H / 28 Juni 2018)

e. Babak 16 Besar (2 Juli 2018)


f. Perempat Final (7 Juli 2018)

Senin, 14 Mei 2018

Siapakah Yang Paling Pantas Jadi Juara Piala Dunia 2018?



Bandar Bola - Pagelaran akbar Piala Dunia 2018 sudah semakin mendekat. Tim-tim peserta pun sudah mulai mengasah kemampuan nya sebelum tampil di Rusia.

Beberapa kandidat juara memanfaatkan kesempatan untuk memberikan peringatan kepada rival di Piala Dunia mendatang. Spanyol memberikan sinyal paling kuat.

Usai mengimbangi juara bertahan Jerman 1-1, Jumat (23/3/2018), mereka meraih kemenangan telak 6-1 atas Argentina di Wanda Metropolitano empat hari berselang. Meski tidak menghadapi Lionel Messi dan hanya berjaya pada uji coba, hasil positif tersebut membuat anak asuh Julen Lopetegui dipercaya kembali bakal menjadi raja.

Setelah terpuruk di fase grup Piala Dunia 2014 dan hanya masuk 16 besar Piala Eropa 2016, La Furia Roja menunjukkan potensi mengulang hegemoni ketika menguasai tiga turnamen besar secara beruntun. Momen tersebut hadir pada Piala Eropa 2008 dan 2012, serta Piala Dunia 2010

"Saya harap suporter gembira. Saya terbawa euforia. Kami sukses menaklukkan tim bersejarah dan finalis Piala Dunia terakhir," ungkap Lopetegui usai partai versus Argentina, dilansir Sport.

"Tapi kami juga sadar belum mencapai apa-apa. Kami memulai Piala Dunia dengan nol poin. Ini sebatas persahabatan dan tidak sama seperti laga Piala Dunia," sambungnya.

Tim spesialis turnamen Jerman memberikan sinyal berbeda. Setelah bermain sama kuat melawan Spanyol, Der Panzer menyerah 0-1 di hadapan Brasil.

Jerman bisa berdalih gagal berjaya karena menghadapi dua tim kuat. Namun, hasil ini setidaknya akan jadi perhatian pelatih Joachim Loew.

Begitu pula dengan Prancis. Bermaterikan skuat bertabur bintang, Les Bleus justru dipermalukan Kolombia 2-3. Meski kemudian menghajar Rusia 3-1, Didier Deschamps harus menemukan komposisi ideal demi memaksimalkan potensi terbaik anak asuhnya.

Di sisi lain, Brasil membuktikan mereka tidak sepenuhnya bergantung ke Neymar. Selecao melanjutkan kinerja positif bersama Tite dengan menumbangkan Rusia (3-0) dan Jerman. "Kami merindukan Neymar. Tapi pemain lain mulai belajar bermain tanpanya," ungkap Tite.

Kasus berbeda berlaku bagi Argentina dan Portugal yang kinerjanya dipengaruhi bintang masing-masing. Tanpa Messi, La Albiceleste sempat menaklukkan Italia (2-0) yang gagal lolos Piala Dunia.

Sedangkan Portugal menyerah dari Belanda yang juga urung berpartisipasi di Rusia. Sebelumnya, juara Eropa 2016 tersebut bergantung kepada Ronaldo untuk mengalahkan Mesir.